KENAPA OKNUM INI BISA LARI SAAT DI LAPORKAN⁉️
Istighfar kasih beli berat.
Mama, saya mau sesama bapaknya Ilo.Dia angkat bajuku, dia angkat setku, dia bisa payut aku.Saya tanya ke malu, dia masuk nggak?Langsung dia bilang.Sempat dia mau masuk, tapi saya tendang.Dia kasih menyusuir, tapi balik menyamping.
Tiba -tiba pelakunya masuk, datang juga dari belakang.
Oh, dia pernah itui kau juga.
Kalau kau bisa ketemu ini orang, kau mau bicara apa?
Bisa nggak saya bawa saja dia?
Umur berapa ya?
12 12 tahun ya?Iya Berarti masih SD Ini lagi sementara ujian kemarin, mau ujian Oh jadi dia lagi sementara ujian itu Iya, sementara lagi proses mau ujian kemarin, tapi karena kasus ini dihentikan dulu, tapi karena kemarin kan ujian itu TKA harus ke sekolah karena ada sum, jadi dipaksa kemarin itu ke sekolah Terus dia kondisinya gimana sekarang?Ya, di sekolah itu sempat histeris juga Tapi karena ditenangkan sama guru -gurunya, saya berdiri di depan pintu.Sekarang posisi kamera begini, saya berdiri di situ.Supaya dia lihat saya.Supaya dia mau kerja.
Paling tidak datanya dia isi.Entah dia kerja atau tidak.
Siapa yang videokan pertama ya?Video ini yang tadi saya lihat itu siapa?
Bapaknya sendiri.
Bapaknya siapa ini?Bapak korban.Oh, bapaknya korban.Oh, jadi waktu ibu sama si anak itu, bapak videoin.Kejadiannya itu, ketahuannya bagaimana ceritanya?
Waktu tanggal 14.14 April itu kan memang ini pelaku, dia telpon saya.
Pelaku telpon?
Cari suami saya.Dia cari suami saya, katanya udah tau itu urusan mobil lah.Udah tau itu urusan mobil, turun nih, dia turun.dari rumah saya bilang bagaimana anaknya katanya saya gak tau bagaimana prosesnya itu dia ketemu di sekolah dengan pelaku ini suami saya ketemu sama pelaku oke jadi suamimu ini ditelepon sama obnum pelaku ini kan janjian dia disuruh disuruh uruskan dia punya urusan gitu suamimu sama ini orang pelakunya terus Ya, katanya itu sempat mereka, saya berjumur tahu, ternyata mereka sempat ketemu di sekolah.
Oke.
Karena ini suamiku udah sempat mau menjemput.Tapi karena pelaku bilang, ya mungkin dia bilang, eh nggak usah, nanti saya yang urus anak -anak, mungkin.Begitu akhirnya, suamiku turun.Terus saya pergilah.Nah, posisinya itu kan di dalam sekolah itu, ada anakku yang kelas 4 SD juga.Ada anaknya yang kelas 3.
Anaknya si pelaku?Iya.Oke.
"99% accuracy and it switches languages, even though you choose one before you transcribe. Upload → Transcribe → Download and repeat!"
— Ruben, Netherlands
Want to transcribe your own content?
Get started freeTapi, ini yang kelas 3.
anakku yang kedua dengan anak bungsunya ini yang terakhir pulang duluan anakku yang ini yang ku jadi korban terlambat keluar pulang pulang lah ini anak berdua karena ini katanya ada bungsunya minta pulang cepat jadi ditinggal anakku yang ini yang korban oke tahan dulu biar kita nangkep jadi ini suamimu sama pelaku ini dia ada ketemuan di sekolah Terus kemudian si pelaku ini bilang nanti dia yang urus anak -anak, termasuk anakmu, begitu.Artinya urus itu nanti antar pulang.
Iya, antar jemput, maksudnya urus pulangnya karena posisinya kan memang biasa, ini istrinya, istri pelaku yang urus mereka mau pulang, tapi karena posisi Istrinya juga lagi tidak ada, lagi keluar kota memang.
Oh, jadi ini udah sering begitu ya?
Iya.
Jadi kayak, oh berarti dekat.
Iya, namanya iya.
Kenal baik ya?
Karena suami saya dengan istri pelaku itu saudara kandung.
Terus?
Iya begitu.
Lanjut.
Pulang.Terakhir dia dijemput.Terakhir dia dijemput disitulah katanya dia dibawa di garasi.Garasi mobil itu.Disitulah terjadi dia dicium.Pokoknya dia dilecehkanlah disitu.
Dia berteriak, dihisteris.Mungkin karena dia sudah tidak tahan.Dia ditinggalkan sama pelaku.Sempat katanya, kan itu rumah pelaku itu lantai dua.
Oh dibawa ke rumahnya pelaku?
Iya, dibawa ke rumahnya pelaku.Lantai 2 sempat ketanya pelakunya ke atas, tapi ini anak sudah diturunkan dari mobil.Dia menangis di lantai.Mungkin karena sudah ketakutan itu, karena waktu mau dilecehkan dia menangis, histeris.Sudah tidak mau.Tidak mau dipegang -pegang, gitu.
Berarti dari dalam mobil, si pelaku itu sudah pegang -pegang?
Iya.Sempat ketanya dia mau keluar, tapi mobilnya dikunci.
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeKemudian dibawa ke dalam rumah, eh ke rumahnya.
Di garasi, posisinya itu masih di garasi.
Di dalam mobil masih?Iya.Pelaku naik ke atas.
Nggak, setelah itu dilecehkan, dikasih turun dari mobil, pelaku sempat naik ke atas.Terus dia turun lagi, ambil mobilnya, dia keluar, tinggalkan ini anak.Ini anak dengan mungkin sisa tenaganya, dia naik ke atas, dia cari itu sepupunya yang bungsu, yang namanya Kayla.Dia tanya, kan biasanya dipanggil Ilong.Ilong, mana bunda?Dia cari nih, dia bilang, enggak ada.
Mungkin karena dia lihat mungkin kakaknya ini menangis, dia pergilah sama Nadia.Keponakan dari pelaku.Dia telpon saya, kakak ini menangis.Saya tanya, kenapa?Ini saya tidak tahu.Dan coba saya bicara, saya bicara nih, saya bilang, kakak kenapa?
Bicara saja, enggak usah takut, ada Mama tuh.Dia bilang, Mama, saya menangis.sama bapaknya Ilong dia bilang begitu Sudahlah saya matikan telpon saya hubungi kakakku sempat saya hubungi juga kakak iparku yang nomor dua saya minta tolong dulu mbak kasihan anakku ini tuh anakku mau dikoses sama kak Majid saya bilang begitu oh iya saya telpon kakakku tolong bagaimana berproses itu pokoknya dengan proses -proses itu saya menelpon kiri kanan sempat saya telepon suamiku, saya bilang, bilang dulu urusan kamu, saya bilang mau dipakai sama kak Majid, saya bilang begitu tiba -tiba ada saja musuhnya selang waktu, ini pelaku sempat datang ke rumahku klarifikasi katanya tidak, tidak mungkin katanya saya begini lakukan ini sempat dia mengaku, dia sudah pernah ada kasus begini oh dia mengaku kalau dulu dia pernah dituduh hal yang serupa begitu?iya, tapi waktu itu masih posisinya di batalion Dia masih tinggal di Batalion.Tapi dia sempat bilang, kata saya sudah pernah kasus begini.Sambil menelpon istrinya, entah istrinya dia dengar atau tidak.
Dia bilang, kan namanya istrinya juga Mita.Kamu ingat, saya juga pernah ada kasus begini dulu di Batalion.Tapi saya sudah pernah selesaikan, bahkan ini kasusku sudah sampai ke POM.Karena saya selesaikan, katanya saya membayar.Karena uangji.Ujung -ujungnya itu uangji.
Oh, ceritanya dia beralibi kalau biasanya dia itu diperas.
Katanya, mungkin.
Begitu kan?
Iya, iya.Mungkin dia menuduh.
Dia ada konfirmasi sama istrinya juga itu.Nah, istrinya mengiakan.
Saya nggak tau dia jawab apa, karena saya hanya fokus sama itu anakku, karena kan bagaimana kan dia posisinya itu, saya pangku, dia teremur.
Teremur, kejang -kejang begitu?Seperti yang di video begitu?
Iya.Dia hanya peluk bantal, saya hanya peluk dia, dia hanya gemetar begini ketakutan.Dia hanya bilang, mama itu bohong, mama itu bohong.Sempet dia berbisik begitu.Sempet saya bilang, eh, sudah Mika, toh?Kalau bukan posisinya saya tinggal itu di perumahannya yang masih belum laku.
Jadi saya tinggal di situ.Jadi saya bilang.sempat saya bilang, sudah minta saya pamit, saya mau pulang di Kolaka.Kan saya orang Kolaka.Saya pamit mau pulang di Kolaka.Dia bilang, ih nggak bisa begitu, berarti kok iya, nggak bisa begitu.
Terus saya bilang, gimana?Tidak mungkin dengan keadaanku anakku begini, saya tinggal begini.Sudah dia pergi, datanglah ini mereka sepupuku, saya punya tante -tante, jemput saya.Saya dibawa di kantor pengacara, terus saya melapor ke POM, terus saya visum.Pas besoknya itu, setelah visum, besoknya itu dia dipanggil.Pemeriksaan di Kodim.
Pas itu sekitar agak siang, tim pengacara sama ada beberapa om, turun ke Kodim, bertanya bagaimana selanjutnya.Katanya orang petugas sore ini mau dilempahkan ke Denpom.Sekarang kan dari Kodim, mau dilempahkan dari kesatuannya, mau dilempahkan ke Denpom.Selangsung, oh iya sudah.Pas malam, sekitar habis maghrib, Datang petugas.Katanya pelaku ini lari.
"Cockatoo has made my life as a documentary video producer much easier because I no longer have to transcribe interviews by hand."
— Peter, Los Angeles, United States
Want to transcribe your own content?
Get started freeKabut.
Katanya si petugas ini?Iya.
Dia bilang, enggak usah sen, enggak usah ketanya dulu, ribut -ribut.
Kamu enggak tanya kronologi bagaimana bisa lari?
Iya, iya.Saya tanya, sempat saya tanya.Terus bagaimana?Kenapa bisa lari?Katanya istri dan anaknya jemput mau makan.
Oke.
Setelah itu hilang.Tapi katanya posisinya itu masih dalam kantin kodim.
Oh, ceritanya istri sama anaknya datang, jemput makan, tapi di lokasi kantin kodim.Setelah itu hilang.Terus mereka tidak cari.
Nggak tau.Makanya itu yang kemarin ya, saat saya menunggu 2 minggu.Saya menunggu 2 minggu, nggak ada kejelasan.Baru kebetulan juga ini keluarganya membela.Membela pelakunya.
Bagaimana membelanya itu?
Nggak percaya kalau pelakus melakukan ini.Pelesian ini.
Oh, siapa yang membela?Istrinya?
Istrinya, anaknya, ipar -iparnya, termasuk saudara -saudara suamiku.
Oh, anaknya?Sempat dibully juga?Sempat dibully juga, bagaimana cerita yang bisa sampai dibully?
Itu, mereka bilang...bagaimana bahasa kasarnya?Di sana sudah Mugila, di sini kita masih asik jalan -jalan.
Oh ada bahasa begitu?Iya ada.Dari mana bahasa itu keluar?
Anaknya sendiri.Anaknya.
Anaknya ngomong?Anaknya ini satu umur sama anaknya?
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeTidak, anaknya sudah mahasiswa.
Oh iya mahasiswa.Bukan yang satu sekolah ini.Tidak, tidak.Oh dia ngomong begitu.Oh jadi dia itu meyakini kalau bapaknya itu tidak salah begitu.Terus kemudian akhirnya dari Bantuan hukum turun kan?
Jadi, pada saat itu kebetulan anggota saya di kantor kan ada kerabat dengan orang tua korban.Ini menelpon.Kemudian diarahkan ke kantor dulu.Jadi pada saat dia datang di kantor, memang anak itu, anak korban ini sudah posisi lemas dia.Nggak bisa turun lagi, digendong dia.Digendong sampai ke atas lantai 2 kantor kita.
Posisinya dia sok berat, kemudian kita tenangkan dan kita coba tanyakan apa yang terjadi.
Dia jelaskan?Iya, dia jelaskan.
Oh, dia jelaskan?Iya.Kebetulan ada anggota tim saya, perempuan, ajak ngobrol.Oh, yang perempuan?Iya, perempuan.Saya suruh ajak ngobrol, akhirnya dia terbuka cerita.
Jadi ternyata kejadian itu sudah beberapa kali, ada beberapa kejadian.Oh.Ada beberapa kejadian.Ada beberapa kejadian.Nah, ini kejadian yang terakhir ini kemudian dia berontak disitu dan menangis kemudian dia menghubungi ibunya seperti yang diceritakan tadi ibunya tadi kan nah itu kita sempat catat semua keterangannya nah setelah itu kita buat administrasinya kuasa seperti apa dan kemudian kita antar ke POM untuk melapor sore -sore itu juga nah setelah di POM diterima laporan kemudian di ambil keterangan keterangan orang tua dan anaknya ini setelah itu kemudian kita diambilsetelah maghrib itu, diarahkan untuk visum.
Nah itu kita nunggu sampai jam 10 malam lah gitu ya.Nah setelah itu kan ada hasil visumnya.Kebetulan anggota tim saya sempat ketemu dengan dokternya.Dokter yang visum itu.Dia sempat nanyakan, gimana dok apa yang terjadi ini?Nah dokternya sempat bilang bahwa ini ada kekerasan, ada...
Luka robek lah.Ada luka robek?Iya, tanda kekerasan seksual, seperti itu.
Ada yang robek?Iya, di alat.
Nah, kemudian besoknya, tanggal 15 itu, tanggal 15, anggota saya ke Kodim untuk ngecek pelaku ini.Sempat diperlihatkan, ada sementara di periksa.Oh, dikasih lihat memang ada di situ?Ada di periksa, ya.Ada di periksa.
Bapak dan anak dan istrinya ada?
Kemudian di tadi, Imponya dari Kodim bahwa pelaku ini akan diserahkan ke POM sore hari.Tapi ternyata malam setelah maghrib itu baru kita dapat impo.Ternyata katanya ini lari atau kabur pelakunya.Nah kita kan juga sempat kaget, bingung.Kenapa bisa lari di kantor Kodim.Ini kita bertanya -tanya ini lari, dilarikan, atau gimana?
Nah, setelah itu Dua minggu ya, berselang ya.Kita coba menunggu bagaimana informasinya.Dua minggu ya?Iya.Itu nggak ada informasi.Sehingga, ya kita mulai up lah.
Berita ini kan.Bahwa pelaku ini...Oh begitu awal mulanya?Iya.Pelaku ini kabur kan?Iya.
Kabur.Nah setelah kita up ini rame di media sosial.Nah selang beberapa hari, yang kejadian kemarin lagi ada video anak ini ya.Iya.histeris itu jadi memang itu ini dampak ya dampak dari yang terjadi kepada anak ini dan ini memang juga sudah hasil dari pemeriksaan psikologis jadi dia kesimpulan dari pemeriksaan memang dia mengalami gangguan stres pasca trauma Apa ini?
PTSD.
Iya, karena dia sudah sering kali dia lukai dirinya sendiri.
Seperti apa dia melukai dirinya sendiri?Oh, dicakar ya?Sampai bedara -bedara?
Pakai penggaris, ujung penggaris.
Oh, biar rasa sakitnya itu dia lampiaskan?Iya.Oh, jadi ini banyak bekas -bekas?
Iya.Yang kemarin histeris juga itu.Iya, makanya itu kemarin Karena dia nggak mau disentuh, tapi dia mulai tenang, makanya kita keluar semua.Tapi saya masih berdiri di depan pintu, makanya sempat saya rekam.
Jadi setiap kali itu dia bisa kambuh, terus dia bisa menyakiti dirinya sendiri.Itu kondisi psikologi.
Itu memang kesimpulan dari psikolog yang memeriksa.Dia juga ada kecenderungan untuk melukai dirinya sendiri.
Padahal itu keluarga suami saya, mereka tahu.Sempat saya sering sharing ya, masalah anak, apalagi kalau ada terjadi kasus seperti ini.Saya bilang, ini anakku, kalau biasa dia ingin tidur di kamar, kan posisi namanya BTN ya, saya belum ada dapur, kan namanya saya numpang di rumah itu, saya berani -berani, namanya belum ada dapur.kadang dia tidur di depan tapi kadang dia minta tidur di kamar saya bilang sama bapaknya karena namanya kasus -kasus yang terjadi ya jangan sekali -sekali tidur sama dia mending itu bapaknya tidur itu di lantai kalau memang itu yang di luar itu tidak cukup tempat tidurnya mereka tahu itu bagaimana saya jaga karena saya juga punya trauma namanya kejadian -kejadian yang orang tuanya sendiri rusak anaknya Iya.Nah, makanya saya jaga.Mereka tau itu.
Makanya pas kejadian ini, kenapa?Apa nih?Mereka tidak tau saya punya rasa.
Oh, saya mengerti.Kau ini sangat wasfada dengan sebuah kejadian begini, tapi bisa kecolongan.
Itu yang sakit, bro.Sementara, bahkan iparku yang kedua kan, saya memang care sama anak kecil.Bahkan, iparku yang kedua, anaknya itu saya yang jaga.Mereka tau itu bagaimana saya care sama anak -anak kecil.Tapi, di saat anakku yang kena begini, Sampai sekarang itu bilang, bagaimana?Apa yang terjadi sekarang sama Ifrah?
Ini, kejadian ini anakku.Maksudnya, enggak.Malah yang ada, mereka apa ya?Pujukan saya.Karena saya katanya tidak tahu berterima kasih selama ini.Karena saya sudah dibantu dikasih tempat tinggal, dikasih pekerjaan suamiku.
Bahkan kendaraan.Saya tahu itu, tapi bukan berarti anakku yang jadi korban.Maksudnya tumbal dari kebaikannya mereka.
Jadi paling sakit hatimu itu, perkara itu?
Iya.Mereka olok -olok duit sepenuhnya mental anak.
Coba kita runot dulu ya.Berarti ini kan ceritanya kau tinggal di rumah.Ini rumah ini rumahnya siapa ini?
Kan dia developer.
Eh, si pelaku ini?Iya, banyak perumahan dia.Oke.Jadi ini rumahnya ini rumah developer dia nih?Iya.Oke.
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeKau tinggal di situ?
Iya.
Kenapa kau bisa tinggal di situ?
Kan ceritanya dia ini suami ku juga kerja sama dia.
Oh, oke.
Kan adiknya.Ceritanya ini yang istri pelaku ini adiknya.Oke.
Jadi kau istri pelaku?Iya.
menumpang kemudian dia kerja juga karena kebetulan juga ada dia punya kaya cafe biliar begitu dia kerja juga disitu kebetulan juga ada mertua laki -laki saya yang perlu juga diurus jadi seru pun lah dekat sering ngobrol sering main tidak ada tidak ada apa ya kecurigaan iya karena memang kan dari kecil ini bahkan waktu saya lahiran saya jadi anak dia yang antar itu, pelaku yang antar saya pulang sempat saya pulang ke rumahku dulu ya di apa rumah tanteku sebelum saya menikah dulu sempat dia yang antar saya pulang dari rumah sakit pelaku ini tunggu dulu waktu kulahir anakmu yang jadi korban ini dia yang antar antar dari rumah sakit pulang ke rumah 12 tahun lalu itu karena memang dia kan bagaimana kayak suami ipar saya iya baik jujur saya sama sekali sama percaya gak ada ciptaan untuk bilang dia yang manuk, karena namanya orang tua, kita pikir oh dia orang tua, orang tuanya anak ini, jadi kita tidak kepikiran kesana.
Seperti bapak begitu kan, berapa umurnya itu orang?
Sekitar 43 -an.
43 -an.
84, 83.
Jadi liatnya seperti bapak saja begitu.
Dia panggil ayah.
Jadi begitu kau tau itu kejadian, itu segala macem, kan kau juga pasti tanya tidak enak lah.Pasti kau tanya pelan -pelan.Terus dia tidak mengaku segala macem.
Sempat saya bilang, sempat saya wea.Kenapa, eh?Kenapa kita kasih begini anakku?Dia hanya bilang, ih siapa anak kamu?Cuma dia bilang begitu.
Dia cuma balas begitu saja?
Saya hanya bilang, kalau memang saya tanya ini anak, ada yang lihat atau saksi, dia bilang memang tidak ada.Maksudnya dalam keadaan sunyi memang dia disihkan begitu.Tapi saya kembali, kalau memang Dia tidak berbuat, kenapa harus lari?
"The accuracy (including various accents, including strong accents) and unlimited transcripts is what makes my heart sing."
— Donni, Queensland, Australia
Want to transcribe your own content?
Get started freeIya itu.juga jadi pertanyaannya begitu.Kenapa?
Buktikan pembelaannya.Makanya saya bilang ke semua keluarganya, sama anak -anaknya.Kalau memang itu papamu tidak bersalah, kenapa harus lari?Tunjukkan, buktikan pembelaannya.Kalau memang dia tidak salah, jangan dia lari.Mereka bilang, eh nggak usah katanya berkorkor di sosmed.
Eh marah -marah saja di depannya.Bagaimana saya mau marah?Orangnya mana?Teman orangnya.
Suamimu, bagaimana responnya dia?
Ya, gitu.Dia juga marah.Tapi, hanya sebuah atas karena biarinya bagaimana saudaranya.
Oh, ada begitu juga ya?
Iya.Dia marah.Dia tetap juga usahakan anaknya.Cari juga.Katanya mencari pelaku.
Tapi dia tidak mengamu itu.Dia tahu anaknya begitu.Ini ada hubungan saudara -persaudaraan ini ya?
Iya.
Iya.Jadi, kau juga agak berat juga ya?Iya.Terus, proses pencarian si Oknum, pelaku ini, kita sebut Oknum lah ya, itu berjalannya seperti apa sekarang?
Nah, jadi setelah 2 minggu itu, dan setelah ini rame di media, kan baru ada klarifikasi dari Dandim, kemudian dari Denpom, bahwa katanya ini dia sudah lari dan sekarang jadi DPO, kan?DPO ceritanya.Tapi, sampai sekarang juga kita belum melihat ada pengumuman resmi, tentang DPO -nya pelaku ini, kan.Dan sampai sekarang juga kita...
Tidak ada pengumuman resmi?
Iya, maksudnya sampai sekarang kami belum lihat.
Maksudnya mukanya ditaruh dimana gitu, malah di sosial media ya?
Iya, kalau di sosial media itu kan memang yang beredar dari foto -foto itu.Iya, itu inisiatif netizen malahan, kan?Bukan dari, misalnya, pengumuman resmi dari institusi bahwa orang ini dicari, ciri -cirinya, atau... kemudian bisa lapor kemana kalau ada informasi, seperti biasa ya dalam pengumuman DPO kan seperti itu.Itu sampai sekarang belum ada, sehingga ya kami menilai juga ini belum serius untukdicari.
Jadi ngeblank ini orang ada dimana nggak tau?
Nah iya, sampai sekarang kita nggak ada informasi.Nggak ada juga update tentang bagaimana dia posisi terakhir di mana, atau seperti apa, itu nggak ada.
Informasi yang beredar yang kalian ketahui ya dari omongan -omongan mungkin sekilas, oh ini orangnya ada di sini, nggak ada?
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeAda kemarin intel datang ke rumah, sempat bilang, kan saya tanya, terus ini pelakunya belum ditahu sampai sekarang.Ada yang bilang katanya sekarang sudah diseram.
Oh, ada informasi sudah di Serang.Serang itu di mana?
Serang.
Serang Banteng.Serang.Serang.Serang.Serang.Serang.
Serang.Serang.Serang.Serang.Serang.Serang.
Serang.Serang.Serang.Serang.Serang.Serang.
Serang.Serang.Serang.Serang.Serang.Serang.
Serang.Serang.
Serang.Serang.Serang.Serang.Serang.Serang.
Serang.Serang.Serang.
Serang.Serang.Serang.Serang.Serang.Serang.
Serang.Serang.Serang.Serang.Serang.Serang.
Serang.Serang.Serang.Serang.Serang.Serang.
Serang.Serang.Serang.Serang.Serang.Serang.
Serang.Serang.Serang.Serang.Serang.Serang.
Serang.Serang.
Ser karena waktu dia pertama pergi sekolah dia histeris kan itu saya gak tau jadwal ujiannya ternyata jam 8 saya datang setengah 7 dari situ pokoknya dia histeris dia teriak apa?bukan histeris dia menangis ketakutan kan dia sensitif sama sentuhan ada sebagian guru yang begini dia kaget pokoknya langsung menangis denger suara laki langsung menangis mama begitu Mungkin langsung minta dipeluk, ketakutan gemetar.Saya tahu itu karena pas saya pulang habis dari ujian, wali kelasnya dia WIA saya.Dia bilang, Bu, besok kalau ini anak mau ikut ujian, jangan dikasih turun dari mobil sebelum saya pulang.Takutnya nanti dia bereaksi begitu.Karena ini ada temannya yang UIA saya, bilang, Guru ini tadi dia histeris di sekolah sebelum kita datang.
Makanya itu saya kemarin datang terlambat.
"I'd definitely pay more for this as your audio transcription is miles ahead of the rest."
— Dave, Leeds, United Kingdom
Want to transcribe your own content?
Get started freeJadi kamu harus terus dampingin?Iya.Tapi ini anak sekarang sendirinya dia masih mau lanjut dia punya sekolah atau tidak?
itu yang kita, yang sekarang lagi dievaluasi supaya dia mau sekolah karena dia takut, maksudnya dia dia bukan artinya dia takut jadi apa mungkin kalau disini dia main, dia apa tapi dia senang orang rame tapi dia nggak mau diperhatikan tapi dia nggak mau jadi pusat perhatian jangan dilihat kayak contohnya itu kemarin saya punya adik datang maksudnya dia hanya bilang kakak ini langsung dia menangis padahal ini adik saya sendiri jadi sangat sensitif iya sensitif Saya..dia denger hanya..itu dia..
pahitannya..
pahitannya yang dimasukkan jari..pokoknya.
.ih..Menjijikan kan jatuhnya begitu?Anak sekecil ini.
.memang..
anak itu anak dia tinggi..Hampir..sama..
besar sama.
.Iya..dia tinggi..tapi.
.dalam artian umurnya.
.pola pikirnya..masih anak -anak..
Terus..
kita ada coba bicara sama istrinya itu.
.pelaku tidak?
Tidak..Mereka mau ketemu sama saya..tapi di luar..
Di luar?Dia nggak mau ke rumah..Kenapa kita nggak mau?Bagaimana posisinya ini anak?Ini saya tinggal ini, dia nggak tau kalau setahunnya saya pergi berobat.
Saya kan biasa sakit, kontrol rutin saya, saya hipertiroid.Sudah jalan 4 tahun.
Jadi makanya bilang saja, saya ke dokter.Jauh -jauh ya?
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeIya.
Jadi dia sekarang sama siapa disini?
Sama kakakku dengan adek sepupunya yang sebayanya.Makanya supaya dia lupa.Bahkan kemarin itu dia minta beli buku.Apa?
Dark Psikologi.Iya.
Hah?Dia minta beli buku apa?
Dark Psikologi.
Dark Psikologi?Iya.Ana mau minta beli buku itu?
Iya.Dia minta itu.Buat apa itu?Ada juga dia minta buku itu novelnya kayak latar belakangnya kayak kasus -kasus pemerintahan gitu.
Oh, dia mau cari cara untuk mengubati dirinya.Iya.
Karena kan kita suka bilang, lupakan semua itu.Lupakan, apa ya, bantu.Karena kita hanya bantu, support saja.Lupakan, lupakan.Tapi kadang dia bilang lupakan sampai dia ingin lupa orang.
Susah.
Enggak, dia lupa orang.Bahkan wali kelasnya dia lupa, teman -teman sekolahnya dia lupa.
Iya, dia butuh bantuan.Jadi kalau sendiri dia belum bisa.Saya ada kenalan nanti saya coba kasih.
Makanya saya sering pesan, saya bilang, kakak kita ini cuma bisa menemani.Selebihnya kakak yang harus kuat, harus berani supaya nanti ada yang mau kasih begitu lagi bisa melawan, saya bilang.
Yang saya tanda tanya itu dari pihak istrinya.kan dia juga punya anak ya.
Iya, anak yang tinggi perempuan.
Dia kan paling nggak secara manusia, dia datang begitu, ini suamiku, kenapa, coba saya dengar dulu kronologinya, gitu kan.
Nah ini yang justru juga memperparah pihak keluarga korban ini kan, karena setelah kejadian itu, justru mereka ini posting lah di media sosial, termasuk komen -komen itu.Jadi komennya itu justru menyerang keluarga korban dan membela pelaku, kan?Nah, termasuk ada komen -komen yang kayak begitu, bahwa mereka tidak tahu diuntung lah, sudah dikasih tipis.begini, baru...
"99% accuracy and it switches languages, even though you choose one before you transcribe. Upload → Transcribe → Download and repeat!"
— Ruben, Netherlands
Want to transcribe your own content?
Get started freeOh, jadi kesannya mereka mau fitnah ke mereka, padahal sudah dibantu.
Iya, itu seakan -akan bahwa ini tidak tahu terima kasih lah, sudah dibantu, baru...Itu nyakitin hati sih.Iya, maksudnya dalam keluarga korban lagi posisi begitu, masih diserang.
Kemarin juga ada itu komen, mereka bilang karena alasan kata yang saya up ini, karena saya mau pinjam uang 8 juta.
Oh, ada yang bilang begitu?
Tapi saya hanya dikasih 150 ribu.
Makanya kok sakit hati ceritanya.
Saya bilang, kalian tahu bagaimana susah aku, miskinku.Uang segitu saya mau bayar pakai apa kalau saya pinjam?Saya bilang begitu.Saya langsung tahu.Karena ada dulu kasus, kemarin Ipar yang anak kedua, dia pernah meminjam uang sama ini pelaku.Dia dilecehkan lewat, ya apakah namanya itu, yang pokoknya dilecehkan, diajak ke hotel lah.
Di ajak nikah siril lah.Mana berani saya?Dia saja yang punya power.Maksudnya yang di atasku bisa diperlakukan seperti, apalagi saya memang bergantung.Bagaimana caranya saya mau pinjam 8 juta?Saya mau bayar pakai apa?
Jadi ini orang, dia ada kemampuan untuk menekan ya.Karena dia bisa kasih uang.Sama dia bisa tau cara memanipulasi.Begitu ya.Yang saya tangkap begitu dari ceritanya kan.
Kan ada cerita -cerita juga yang beredar, cerita -cerita yang berkembang.Sebenarnya ini juga baru dicerita oleh ibu pelaku, kan?Ada kejadian, mungkin bisa dicerita.
Waktu korbannya ini masih bayi, kan satu rumah dia kasih menyusui, tapi balim nyamping.Tiba -tiba pelakunya masuk, datang peluk dari belakang.
Oh, dia pernah itui kau juga.Terus, eh, apa yang terjadi saat itu?
Saya langsung berdiri, saya begini, ih, kita kenapa?Tuh, oh, enggak, langsung dia keluar.
Oh, ada lanjutannya?
Ada lanjutannya, tapi memang dia peluk saya dari belakang.
Oh, dari situ sudah aneh.
Makanya, makanya dari situ juga saya bilang, mungkin ini traumaku, tahu, anakku begini.Orang terdekat saja mungkin bisa lakukan.Tapi iya harus saya jaga, tapi kalau memang mau terjadi.
Kok kalau bisa pergi dari itu tempat, kok nggak pergi?
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeIya, tapi saya sudah, tapi itu waktu kan 2013 itu dia lahir, kan itu masih bayi ceritanya.Tapi sempat saya pisah rumah.Saya pisah rumah, makanya saya sempat tinggal ke Punggolak itu hari, makanya setelah dia bangun perumahan, saya diajak tinggal di rumahnya, rumah yang belum laku itu, di Pelopor, saya tinggal di situ.
Sebenarnya ini, Banyak pasti orang -orang yang pernah ngalamin kondisi -kondisi aneh seperti itu.Mereka udah sadar ini nggak beres.Cuman nggak punya banyak pilihan.Iya.Iya kan?
Iya, namanya tekanan hidup ekonomi.
Jadi mempersalahkan diri sendiri.Berarti kamu ada rasa bersalah juga ini dengan kejadian anak kamu.
Iya.Untuk anakku.Saya nggak bisa jaga.
Kok rasa tidak bisa jaga dia?Kalau istilahnya, kalau bisa kau yang sakit, dia jangan.
Iya.
Tapi sekarang malah terjadinya begini.Kau juga tidak bisa pikul dia punya luka.
Bukan -bukan dari kelas 5 SD.
Jadi kau jauh -jauh datang ke Jakarta ini.Ini kan besar sekali harapanmu pasti.Apa harapanmu dengan kau datang ke sini yang paling besar?
Ya, anakku untuk semua.terus pelaku juga bisa dihukum seadal adilnya, diketemukan.
Paling utama apa sekarang?
Paling utama sekarang kesehatannya anakku.
Itu yang kupikir, bagaimana cari jawabannya?Bagaimana cari pengobatannya begitu ya?
Mungkin bantuan psikolog lah, bantuan untuk kesehatannya, untuk dia punya mental dikembalikan.
Supaya dia bisa pulih begitu?
Iya, karena dia masih perlu sekolah, masih umur berapa.masih 12 tahun apalagi sekarang masuk SMP dia harus ketemu orang baru orang yang lama saja dia takut bagaimana ketemu orang yang baru sempat dulu dia bilang saya gak mau menikah mungkin karena kejadian ini trauma ini sempat dia bilang baru dia tidak mau pakai celana -celana pendek kan saya maksudnya dalam rumah kan namanya BTN panasnya saya bilang kak, dalam rumah itu pakai begini saja nak dia bilang gak mau mama mungkin dia menutupi atau saya gak tahu juga maksudnya apa dia menutupi kak lukanya Makanya itu, saya juga nggak terpikir.Mungkin karena sering ada temannya datang, kan dia nggak keluar rumah.
Oh jadi dia anu juga ya, menjauh dari teman -temannya ya.Dia malu juga itu pasti.Iya.
"Cockatoo has made my life as a documentary video producer much easier because I no longer have to transcribe interviews by hand."
— Peter, Los Angeles, United States
Want to transcribe your own content?
Get started freeGurunya saja bilang, dia ini ifri, kayak apa, pilih -pilih teman.
Iya, iya.Pasti.
Dia pilih -pilih teman.
Setiap kali ada orang lihat dia, dia merasa dia itu sedang diteranggi mungkin ya.
Iya.
Dia malu ya.Dia nggak tau apa yang orang pikirkan tentang dia.
Iya, itu mih.Itu makanya mungkin sekarang yang dialami.
Dia merasa dia itu, apa ya, aib.Mungkin ya.Padahal sebenarnya kan bukan.
Dia sempat bicara di psikolog.Dia bilang, saya kayak tidak ada gunanya.Dia sudah tidak berguna.Iya.
Kayak menjijikan begitu.Padahal sebenarnya kan kalau kita lihat, sebenarnya kan dia bukan aib.dia korban.Dan seringnya kan di Indonesia korban -korban seperti ini dihalang -halangi untuk bicara.
Termaksud itu mereka keluarga pelaku, sempat dia WSI juga begitu.
Dia bilang apa?
Ada itu dia bilang, eh nggak usah ketempar korpor di sosmed.Jangan sampai katanya itu, ini dibully, kasih malu dia.Tapi kalau saya enggak ada penyelesaian.
Iya, saya sering dengar begitu.Jadi, nanti dia tambah dibully.Loh, yang salah yang bully.Bukannya korban yang jadi salah.Korban itu dia punya hak.Dan dia harus berani untuk bicara tentang apa yang terjadi sama dia.
Kan begitu.Baru dari situ kita cari solusi supaya kita bisa bantu dari sisi pengobatan jiwanya.Gitu kan?Kenapa jadi yang... yang gara -gara dibully dia gak boleh ngomong, itu kan sering sekali dipakai kayak begitu.Terus kamu jawab apa itu pada saat dia ngomong kayak begitu?
Tidak, kakak.Saya bilang, tidak, kak.Ada mama.Kita sama -sama.Nanti, kadang saya bicara, nanti mama pukul siapa yang bicara, eh, maksudnya yang pojok -pojokan kamu, yang salah -salahkan kamu.Jadi, hmm, begitu, say.
Hmm, hmm.
Jadi ini pihak keluarganya dari si pelaku ini gak tau kamu kesini?
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeGak ada.
Ini kalau dia tau, bagaimana menurutmu?Ada intimidasi -intimidasi yang sudah terjadi atau belum?
Kalau itu kan, sampai sekarang masih ada upaya -upaya ya, dari institusi, misalnya dari Kodim juga beberapa kali menghubungi untuk datang, damai, bawa keluarga.Tapi kan, saya sudah sampaikan, kita tidak mau berbicara dulu itu, kita ingin supaya pelakunya segera ditangkap.Karena yang utamanya ini adalah pelaku dan korban sendiri yang kita coba lagi pulihkan kondisi psikologinya.Nah, sehingga upaya -upaya itu untuk coba mendamaikan atau apa kami.
Itu nanti.
Ya, kami tolak, saya bilang.Ini yang fokus kita.Bagaimana kesehatan, psikologinya anak ini kembali.Kemudian yang... juga yang paling utama, pelaku ini di... segera ditemukan.Nah, dan kita mendorong agar...Ini kan lagi rame nih.
Tentang bagaimana peradilan militer, kan.Dan peradilan sipil.Nah, kita mendorong agar kasus ini... bisa didorong ke peradilan umum, gitu.Karena kan ini ada kekhawatiran kalau dia tetap di proses di peradilan umum, ini kan prosesnya bisa tidak transparan, tidak independen, dan cenderung misalnya memberikan impunitas kepada pelaku, ya.Nah, kemarin itu ada kejadian di Kendari juga, ada anggota TNI yang melakukan penculikan dan pecabulan kepada anak, itu dipecat dulu dari kesatuannya, baru kemudian di...Dibawa ke sipil?
Iya, sipil peradilan umum.
Nah kita juga mau mendorongnya seperti itu.Iya, jadi tindakan tegas dari institusi sebenarnya kan?Iya, kan dia sudah DPO, sudah lari kan?
Artinya dia sudah mangkir dari pekerjaan, sehingga saya pikir ini sudah bisa ada alasan dia untuk diproses, supaya dipecat dulu baru digiring nanti ke peradilan umum.
Jadi dari lawyer sendiri ngerasa bahwa sikap daripada kodim masih kurang tegas?
Iya, jadi...Yang pertama kita pertanyakan, kenapa bisa lari dia di dalam kodim?Itu.
Penjelasannya sampai hari ini kami tidak dapat.
Sampai sekarang tidak ada, menurut mereka bilang katanya dia isin pergi makan atau seperti apa, itu kan kami tidak tahu kondisinya seperti itu.
Iya, dianggap itu penjelasan.
Iya, dianggap.Nah, tapi menurut kami belum menjelaskan kenapa bisa.Karena mereka kan awalnya menjanjikan bahwa sore akan dibawa ke POM.Nah itu, tiba -tiba maghrib itu muncul Informasinya seperti itu.
Komandannya udah tau belum?Komandan Kodim tentang hal ini udah tau belum?
Ya, mereka udah comprehensive first kemarin.Udah sampaikan.Pihak keluarga korban juga kan merasa was -was ya?Iya, was -was.Pasti.Dia kan bukan orang sipil.
Tentara.Ada kemungkinan -kemungkinan yang bisa saja.Iya bisa saja.
"Your service and product truly is the best and best value I have found after hours of searching."
— Adrian, Johannesburg, South Africa
Want to transcribe your own content?
Get started freeMengganggu kenyamanan mereka.Makanya dari kami ini yang paling sekarang termasuk keluarga korban kami proteksi, jujur aja.Kami proteksi bahkan ya kami kesini juga salah satu langkah kita mau minta perlindungan dari lembaga perlindungan saksi dan korban.Oke.
Ini udah sampai ke KPI belum?Belum -belum.KPI ya?KPI?Belum.Belum sampai ya?
Tapi kalau di daerah sudah.
Oh KPI yang di daerah?
Iya, di daerah sudah.Tapi kalau untuk pelindungan saksi dan korban kan adanya cuma di Jakarta.Di Jakarta?Iya, kita cuma mau sampaikan itu.
Iya, berarti mesti kesana juga gitu.Iya, pelindungan.Ada lagi yang mau kalian sampaikan?Tantenya, bagaimana dari sisi tante?
Kalau saya, anaknya yang cerita ke saya.Anaknya itu cerita sama mamanya kejadian terakhir.Yang dia cerita ke saya, pas kejadian pertama, awal kalinya dia dilecehkan.Saya tanya, apa yang dia lakukan pertama kali?Dia bilang...
Kelas 5 ya?
Iya.Kelas 5, dia angkat bajuku, dia angkat menisetku, dia isap air aku.Terus, saya tanya, eh kapan lagi kejadiannya?Dia bilang hari Rabu.Saya bilang, berdekatan dengan harinya?Dia bilang, kayaknya tidak.
Karena sudah banyak yang dia lupa, dia bilang.Terus apa yang paling parahnya, dia bilang.Dia kasih masuk jaringnya.Saya tanya, kemaluannya masuk nggak, langsung dia bilang.
jadi selama ini kamu tidak pernah melihat ada indikasi anakmu ini sudah pernah dibegitukan sama ini laki -laki ya Majid Boneh.
Eh?Majid Boneh.
Majid Boneh?Majid Boneh.Majid Boneh nih.Kok lo bicara apa soalnya?
Bisakah saya tembah mati saja deh ya?
Begitu ya?Sudah sampai disitu.Kalau dia minta maaf bagaimana?
Nggak.Nggak.Nggak kembali nih anak.
Penjara cukup?
Kalau memang sampai disitu batas keadilannya ya sudah disitu.Yang penting dapat hukuman.
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeYang penting dapat hukuman.Cuma kan hukuman itu kadang -kadang kan tiba -tiba cuma satu tahun.Iya.
Itu misalnya saya mau itu.
Makanya ini kita mendorong ke peradilan umum.Kita ingin memastikan bahwa prosesnya ini bisa benar -benar adil.Iya.
Jadi hukum jerahnya juga sesuai dan setimpal dengan apa yang dialami korban.Kan begitu maksudnya, kan?Karena sering juga saya lihat orang ini sudah traumanya sampai bagaimana, kerusakan masa depannya itu nilainya sudah sangat besar, orang yang pelaku satu tahun.Iya.
Apalagi kalau orang yang banyak uangnya.
Iya.Jadi kita tambah sedih jadi orang yang tidak punya.Itu perasaan orang susah sejauh itu, ya.
Saya sudah muak sebenarnya ini masalahnya.Saya sudah capek.
Tapi apa boleh dikata ya?Kalau istilahnya kita...badik sudah keluar, dia harus jalan.Kalau istilah kita, istilah ya.Ini bukan, bukan mau masuk orang, bukan ya.Istilah.
Jadi artinya sudah jalan, sampai ujungnya.Harus selesai.Harus selesai.Iya.Sama -sama saya orang Sulawesi juga.Saya juga sangat bersympati ya.
Itu salah satu alasan saya akhirnya coba hubungi kalian.Semoga tempat saya ini bisa memayungi apa yang menjadi harapan dan sakit hati kalian.
Iya.
Supaya Tuhan memberikan jalan.Ada lagi kita?Sudah cukup?
Ya, kalau saya sebagai tim kuasa hukumnya cuma minta keseriusannya, aparat.Kalau perlu Panglima TNI bahkan sampai dengan Presiden.Masa negara begitu besar, kekuatan kita begitu besar, tidak bisa mencari, menemukan orang ini, menyeret orang ini supaya bertanggung jawab, gitu loh.Saya minta supaya aparat, kekuatan, personil, alat bisa dikerahkan untuk mendeteksi orang ini supaya cepat di... ditemukan.
Iya, amin.Saya juga, saya selalu berpikir positif.Saya yakin Kodim yang di kendari, namanya Kodim apa?Kodim 1417 Kendari.1417 Kendari, saya yakin mereka tidak akan tinggal diam.Walaupun kondisinya dari cerita tadi, kita bisa menangkap bahwa ini ada kelambatan.
Tapi saya yakin ini kesempatan buat Kodim sendiri untuk melakukan pemulihan.Karena ini kita bicara selalu nama baik.Dan saya yakin mereka juga manusia.Mereka juga punya hati nurani.Gak mungkin mereka melihat ada anak seperti ini, mereka hanya akan diam gitu.Tapi mungkin ada keterbatasan yang mereka harus coba tembus.
Supaya bisa memulihkan.Dan kalau kodim di kendari ini bisa berhasil menangkap langsung, ini akan lebih bagus lah.Supaya akhirnya kepercayaan masyarakat, karena kepercayaan itu yang paling penting akhirnya.Itu harapannya.
Udah habis pikir itu bisa, masih dalam podium, masih dalam kantor wilayah.
Paham saya.Dan itu bisa terjadi, sebenarnya itu bisa terjadi sama siapa aja.Dan menjelaskan ke publiknya yang susah.Tapi kalau istilah saya, kalau memang itu terjadi, segera bergerak cepat.Jangan sampai terlalu lama sehingga terlihat effort -nya bahwa, oh, kita nggak main -main.Itu sih.
"The accuracy (including various accents, including strong accents) and unlimited transcripts is what makes my heart sing."
— Donni, Queensland, Australia
Want to transcribe your own content?
Get started freeMakasih ya.
Get ultra fast and accurate AI transcription with Cockatoo
Get started free →
