Eh bentar, ini kenapa dia nggak minta tolong aku buat bukain pintu keluar?Tadi aja waktu mau masuk harus aku dulu yang bukain pintunya.Kok sekarang waktu keluar?
wassalamualaikum wr.wb terima kasih sudah klik video ini tidak terasa di malam ini kita sudah sampai di part 365 ya wak ya udah banyak juga ya koleksi cerita horor kita ini coba presensi dulu wak siapa yang udah nonton semua video KHW aku dari part 1 sampe part sekarang kalo aku minta kalian buat presensi disini gampang ya kan tinggal ketik aja di kolom komentar di bawah aku bisa langsung tau siapa aja yang bilang hadir, akunat, nah kayak gitu bisa Tapi beda ceritanya kalau di kantor, Wak.Di beberapa kantor, presensi itu nggak cuman sekedar absen.Kalian tuh harus pake tap -in, pake kartu, gitu loh.Kalau aksesnya diterima, pintu bakal kebuka.Tapi kalau ditolak, biasanya bakal keluar suara yang cukup nyaring, gitu kan.
Dan suara itu biasanya cuman bunyi kalau memang ada orang yang coba masuk, gagal masuk, bunyilah, bip, gitu.Nah yang jadi pertanyaan, Wak, gimana kalau suara itu terdengar?Nah, sistem presensi ini ada hubungannya sama KHW yang mau aku ceritain sama kalian di malam ini.Di mana pada suatu malam, wawak kita ini lagi kerja sendirian di kantornya.Pas suasana lagi hening, tiba -tiba terdengar suara.Kayak ada yang mau masuk ke dalam kantornya tapi ditolak.
Pas dicek sekilas memang keliatannya kosong, Wak.Tapi tanpa Wawak sadari, ternyata pada saat itu betulan ada sosok yang ikut masuk ke dalam kantornya.Dan sosok itulah yang udah ngeganggu Wawak sepanjang malam waktu dia kerja malam ini.Penasaran apa yang terjadi?Sekarang tanpa berlama -lama, kita langsung masuk aja ke ceritanya ya.Cekinan tapi tunggu sebentar, Wak.
Sebelum aku masuk ke kisahnya, aku mau sampaikan satu informasi penting nih buat wawawa kesayangan aku semua.Karena disini aku pengen makin deket dan sharing lebih banyak dengan kalian.Aku mau mengundang kalian untuk bergabung di YouTube Membership Nadia Omara.Dengan menjadi Youtube memberku setiap bulannya, kalian akan mendapatkan pertama, tambahan satu konten eksklusif dengan experience baru yang tidak biasa.Terus ada kalanya juga nih, konten eksklusif ini bisa menjadi tempat aku dan tim bisa lebih bebas berekspresi lagi, dan juga menyampaikan informasi detail yang tidak bisa kami sampaikan di konten -konten biasanya.Dan selain itu kalian juga akan mendapatkan badges khusus di samping nama aku di Youtube kalian.
Dan juga nantinya kalian bisa saling komen dengan berbagai emoji khusus khas Nadia Omara channel.Tapi ini nggak ada paksaan Wak ya buat kalian yang mau -mau aja.Cara bergabungnya juga gampang sekali Wak.Kalian tinggal langsung masuk ke halaman channel Youtube Nadia Omara, lalu klik tombol join atau gabung.Dan kalau sudah kalian tinggal langsung melakukan pembayaran melalui dompet digital yang kalian punya.Udah!
Selesai!Selamat bergabung dan selamat menikmati konten eksklusif dari kami di Youtube Membership Nadia Omara.Kita tunggu kalian di Room Members Only ya!
Oke, wajar dikisah ini dikirim sama wakil kita yang bernama Rian dari Maluku.Halo Mas Rian.Jadi, wajar kisah ini terjadi pada tahun 2014 yang lalu dan dialami langsung sama Mas Rian waktu dia ini bekerja sebagai seorang editor di salah satu kantor berita yang ada di Jakarta.Nah, biasanya gedung -gedung di kantoran Jakarta itu diisi sama beberapa perusahaan sekaligus.Jadi, satu gedung itu ada beberapa kantor.Begitu juga dengan perusahaannya Rian.
Dan kantornya Rian ini berada di sebuah gedung yang kebagian ada di lantai 6.Nah di lantai 6 itu setiap hari Rian ini kerja dari pagi sampai sore bersama teman -temannya.Sebagai seorang editor, Rian ini bertugas mengkurasi tulisannya.artikel berita yang masuk ke dalam email kantor mereka.Nah, nantinya artikel yang terpilih itu akan diedit nih sama Rian sesuai standar yang berlaku, dan barulah artikel itu bisa diterbitkan ke publik.Ini tuh terbuka untuk umum gitu loh, jadi semua orang tuh boleh ngirim artikel ke kantornya Rian.
Tapi tentu juga nggak semua artikel bisa lolos, Nadia.Karena dalam satu hari aja yang masuk tuh bisa sampai ratusan judul.Jadi kebayangkan seberat apa tugas Rian dalam nyelek Saking banyaknya sampai -sampai Rian ini sering lembur.Tapi meskipun sibuk wah Rian ini bilang kalau kerjaan itu sesuai kali sama passion aku.Jadi aku tetap enjoy -enjoy aja waktu ngerjain itu semua.Sampai akhirnya pada suatu hari sebuah peristiwa tidak terduga pun tiba -tiba terjadi.
Jadi, waktu itu kantornya Rian ini lagi mencoba menerapkan sistem kerja yang baru, Wak.Namanya perubahan sistem, pasti kan butuh persiapan, ya kan?Nah, di mana waktu itu ada banyak sekali kerjaan yang harus mereka selesaikan, yang harus mereka kebut di awal, biar sistem yang baru ini bisa berjalan lancar.Akhirnya, selama dua minggu pertama, mereka pun, atau perusahaannya Rian ini pun, menerapkan pembagian jam kerja.Jadi semacam shift gitu loh, Wak.Dulunya nggak ada, tapi gara -gara mau ada sistem baru ini, pembagian shift kerja ada karyawan yang kerjanya dari siang sampai malam dan ada juga yang baru mulai kerja jam 12 malam sampai pagi nah pembagian shift kerja ini cuman berlaku sementara aja wak nantinya kalau misalnya flownya sudah lebih enak dan sistem yang baru tadi itu udah bisa diterapin mereka semua akan kembali ke jam normal lagi dari pagi sampai sore gitu nah pas pembagian shift ini diumumkan ke semua karyawan wak Apasih ya, Rian ini dapet shift malam.
Shift malam ini Nad, sepi kali.Karena yang masuk di jam segitu tuh cuma karyawan yang memang pegang kerjaan arjen aja.Aku nih mas, termasuk karyawan yang pegang kerjaan arjen.Kalo kerjaannya tuh masih...di handle waktu siang ya karyawannya tuh bakal masuk di shift siang gitu loh.Otomatis yang masuk di shift malam jumlahnya lebih sedikit.
Aku tuh gak menentu.Nah jadi aman kalo misalnya ditaruh shift malam.Dah akhirnya yang dapet shift malam dia pun masuk kerja sesuai jadwal yang sudah ditentukan.Jam 12 malam tuh.
Nah aku setiap kali berangkat jam 12 malam baliknya pagi.Beberapa hari pertama masih aman -aman aja Wak.
Tapi di hari kesekian, barulah gangguan mulai terjadi.Jadi malam itu Rian ini baru nyampe kantor sekitar jam 23 .45 atau jam 11 .45 malam.Kayak biasa sebelum aku masuk ke ruangan ya, aku harus absensi dulu nih pake kartu ya kan.Ini modelnya yang tap -in tadi tuh wah.Jadi kartunya ditempel ke mesin absensi, nanti kalau berhasil atau aksesnya diterima, pintunya bakal otomatis kebuka gitu.Tapi kalau misalnya gagal atau aksesnya itu ditolak, itu tadi akan terdengar suara bing -bong.
Nyari nge -beep tuh, nge -beepnya emang gak santai.Beep gitu.Bagian ini ingat baik -baik ya.Nah, setelah berhasil tap in...Terbuka ya kan, dia masuklah ke dalam ruangan.Waktu masuk itu aku udah nengok, suasana kantor memang betul -betul sepi kayak biasanya.
Cuma ada satu kawan aku, nah dia kita sebut aja lah namanya Karim ya kan.Disapa lah sama Rian.Eh bro, shift malam juga kau?Katanya.Oh enggak, cuma lembur aja aku ini.Ini bentar lagi aku udah selesai, aku udah mau balik.
Kok shift malam kan?Katanya.Oh, udah mau balik kok ternyata.Iya, aku shift malam.Ini jangan -jangan aku sendirian lagi nih, kata Sirian.Kayaknya kau sendirian lah, soalnya gak ada orang lain lagi setahu aku.
"99% accuracy and it switches languages, even though you choose one before you transcribe. Upload → Transcribe → Download and repeat!"
— Ruben, Netherlands
Want to transcribe your own content?
Get started freeHati -hati ya kalau kau lagi sendiri.Saya baca doa katanya, apa emang kata Siria nanya.Eh kok nggak ngerasa malam disini tuh hawanya beda woy.Itu tuh mesin foto kopi tuh suka tiba -tiba nyala sendiri loh.Dan kemarin juga ada karyawan yang ketakutan gegara dia ngerasa... ...macam ada yang merahatin dia dari pojok ruangan.Aku denger, alah udah gak usah takut, gak ada apa -apa kok beberapa hari aku disini aman -aman aja.
Ya semoga aja betulan gak ada apa -apa ya, makanya kok baik -baik disini.Jangan lupa baca doa kata si Karim, iya -iya aman katanya.Nah selagi si Karim itu beres -beres mau pulang, Rian melipir dulu.kamar mandi, mau cuci muka nih.Nah, terus masuk lah kan si Rian di dalam toilet itu.Waktu udah di dalam toilet, waktu cuci tangan, cuci muka ini, Rian denger ada suara berisik dari ruang komputer, Wak, yang ada tepat di samping toilet itu.
Suara itu pertamanya nggak terlalu jelas, Nadia.Macem ada yang lagi becakap -cakap gitulah.Yang ku denger cuma...Entah apalah itu katanya.Pertama nggak jelas.Aku tajamkanlah telingaku, kan. dan disitu nan aku denger ada yang ngomong tolong pindahin komputernya ke pojok tolong pindahin ya denger itu aku ngebatin oh tim IT ada yang masih kerja apa ya mereka masuk shift malam juga tapi baguslah gak sendirian aku gak ada mikir aneh -aneh aku nan dia memang Dia bilang, tolong pindahkan komputer ke pojok, katanya.
Terdengar kayak gitu, tolong pindahin ya, katanya.Nah, aku keluar dari toilet kan, tapi aku nggak ke ruang IT.Aku langsung nyamperin si Karim.Si Rian nanya, weh, apa Rim?Tim IT ada yang masuk sif malam juga ya?Tadi aku denger ada orang di ruang komputer, katanya.
Bingung sih, Karim.Hah?Apa nih?Aku tadi denger ada yang lagi sibuk mindah -mindahin komputer.Orang IT kan itu.Nggak usah bercanda kok, Rian.
Ruangan itu kosong, nggak ada siapa -siapa.Kau aja yang ada di sini.Nggak mungkin.Jelas -jelas tadi aku dengar kok ada orang lagi kerja.Nggak ada, Yan.Kok kalau nggak percaya, cek lah sendiri sana ke ruang IT.
Penasaran aku.Langsung aku buru -buru nyamperin ruang komputer.Memang ruang komputer itu dekat banget sama toilet.Begitu pintu itu buka.Memang betul.Dari luarnya udah bisa aku tengok.
Gelap ruangan itu.Kosong.Eh, terus yang aku dengar tadi siapa?
Rian balik badan, kebingungan dia kan.Terus si Karim langsung nanya lagi, betul gak ada siapa -siapa kan?
Ya Wak, kosong.Kau baru datang aja kok langsung diganggu.Ya udah, good luck ya, bro.Aku pamit balik dulu.Kau tenang aja, pokoknya kau disini baca -baca doa.Dan juga nanti biasanya sekitar jam 2 ada satpam kan yang sering keliling -keliling disini.
Nanti ada kawan yang wajah lah mereka nge -satpam.Kata si Karim.Dah, si Karim pun pergilah.Ninggalin si Rian sendirian.Sendirian aku Nadia kerja malam itu.Setelah Karim pergi, Rian langsung mengalihkan perhatiannya ke kerjaan.
Di ruangan seluas itu, Nat, biasanya diisi sama 4 divisi.4 divisi sekaligus, lumayan rame.Tapi malam itu, aku betul -betul sendirian.Semua lampu di sana dimatikan, kecuali 3 lampu yang nerangin meja di atas aku.Udah cuma 3 lampu itu aja.Nah, biar suasananya nggak sepi -sepi kali, Rian pun kerja sambil dengerin lagu pake headset, Wak.
Aku sengaja pilih lagu yang nge -beat tuh, biar agak rame lah gitu, biar aku semangat juga kerjanya kan.Aku kerja, aku baca -baca apa segala macem.Sambil sesekali ikut bernyanyi juga, Rian mulailah itu ngebaca satu persatu artikel yang masuk ke email kantor mereka.Seleksi lah itu kan semua artikel untuk nentuin artikel mana yang layak ter -beat.Sebagai seorang editor profesional Nadia, aku tuh bisa ngebedain mana artikel original yang ditulis sendiri dan mana yang cuman dikopas dari internet.Tuh masih jaman 2014 kan, gak ada iya iya iya itu.
Dikopi internet tuh masih udah hafal aku.Yang kopas -kopas gini, biasanya langsung aku skip tuh.Gelas gak lolos.Ah kopas ini.
Wih bagus ya gitu -gitu.Nah pas lagi fokus -fokusnya kerja, Rian tiba -tiba denger ada suara...Dari pintu masuk.
Itu berarti apa?Berarti ada orang yang mau masuk, yang mau tap in, tapi gagal ya kan?Si Rian mikir, eh siapa tuh?Siapa mungkin ya?Di situ, Rian masih positive thinking dan dia masih biasa aja.Nggak diceknya, dia nggak merinding, dia lanjut kerja aja lagi.
Tapi nggak lama, suara itu terdengar lagi, wah.Aku toleh lah ke pintu masuk kanan ini.Siapa nih yang kok gagal -gagal terus udah masuk?
Dari tempatnya duduk, Rian itu bisa ngelihat ada orang.yang lagi berdiri di pintu masuk, ada.
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeTapi yang kelihatan itu cuma dari bagian kaki kebelakangan.Wak.Terus dia pake celana warna biru khas seragam satpam kayak itulah.Itu warnanya.Dia ngeliat dari kaki ke bawah.Bukan karena bagian atas tubuhnya tuh gak ada orang, gak keliatan atau tebuntung apa tuh enggak, Wak.
Tapi karena memang tertutup pintu.Sama tembok dari posisi Rian duduk.Jadi yang keliatan tuh cuman bagian bawahnya aja.Rian ngebatin.Oh, betulan satpam ternyata, ya kan.Lagi -lagi Rian masih cuek aja, Wak.
Dia lanjut kerja lagi.Tapi hanya selang beberapa detik kemudian, suara yang sama terdengar lagi.Karena ada tiga kali, agak ngeganggu si Rian ini.Ngapasih bunyi terus kartu aksesnya si Pak Satpam ini error apa?Satpam tuh dapet akses, kan dia mau patroli dalam kan.Yaudah lah biar aku bantu, tepin kartu aku aja kata Rian.
Bangunlah dari tempat duduknya, dia jalan ke pintu masuk untuk ngebukain pintu itu buat Satpam.
Buka, kosong.Nggak ada siapa -siapa.Cuman ada lorong gelap.dan herning.Eh, mana satpam tadi?Kok bisa tiba -tiba hilang?
Itu nggak ada jalan lain untuk pergi, kecuali lift.Nggak mungkin secepat itu dia bisa masuk lift, ya kan?Enggak.Lift juga stay.Dan juga waktu aku buka pintu, Yang aku jelas sekali ngerasa pertama adalah ada hawa dingin yang tiba -tiba kayak masuk betiup ke sekujur badan aku.
Itu di lobby lift itu, itu AC nggak dinyalain untuk supaya ngehemat gitu kan.Jadi cuma AC di ruangan aku, itu pun juga nggak semuanya gitu.
Jadi pas itu terbuka, ada kayak angin tuh masuknya ke dalam gitu.Itu udah mulai merinding aku, Nan.Apa ini?Nah ngerasa ada yang janggal, dia langsung buru -buru tutup pintunya dan dia...Kembali lagi ke kerjanya, ke meja kerjanya.Kejadian barusan bikin Rian ini lumayan kedistrak, Wak.
Akhirnya biar tetap fokus, Rian pun pake headsetnya lagi dan dengerin lagu dengan volume maksimal.Nah kebetulan waktu itu aku lagi dengerin lagunya Dewa 19 yang luar biasa.Picisan itu.Nah aku denger ya kan.
Pas lagunya itu sampai di lirik, malam malam kubagai.Tiba -tiba ada denger suara perempuan nangis.Masuk dalam hati saya.Apa nih?Perasaan di lagu ini gak ada perempuan nangis lah.Aku ulang lagi, malam malam kubagai.
Karena memang gak ada suara perempuan nangis di lagu tuh kan.Ih, berarti betul kan?Suara tuh bukan suara dari lagu.Udah agak was -was lagi.Aku berharap Satpam tuh bisa cepat datang ke atas tadi ya, ke lantai 6 nih.Biar aku punya temen tuh udah mulai takut aku tuh.
Sebelumnya aku gak perasa takut itu.Tapi waktu aku tengok jam masih jam1. Satpam tuh baru keliling tuh kan jam2. Nih aku belum ngeh nih.Kalo tadi tuh sebenernya Satpam udah dateng.
Karena aku tengok masih jam 1, kemungkinan Satpam datengnya masih agak nanti.
Mau gak mau, aku harus lanjut kerja dulu nih di sini.Sampai nanti jam 2, Satpam dateng.Dan kali ini, Rian mutusin untuk gak denger lagu lagi.Dia gak mau.Agak takut ya.Cuma aku lepas, aku fokus lah ini.
Ke artikel -artikel yang lagi aku baca di laptop aku.Baca, baca, baca.Terus selang beberapa menit kemudian nanti denger lagi suara perempuan nangis.Tapi nggak dari lagu, nggak dari telingaku.Dari pojok ruangan kantor yang gelap yang nggak terkena lampu.Dengar nanti.
Disitu aku marah.Woy!Bisa diam gak lo?Gituin.Tapi aku gak nengok belakang.Marah aku disitu.
Itu perasaan aku udah campur aduk tuh Narya.Aku takut iya marah, iya nih aku mau cepet selesain kerjaan aku dengan tenang.Ini ngapain malah diganggu?Dan tepat setelah si Rian itu marah ngamuk itu, berhenti suara nangisnya.Karena Rian gak mau denger suara aneh -aneh lagi secara langsung ya kan.Dia pake lagi headsetnya, Wak.
Dan lagi -lagi dia dengerin dengan volumenya maksimal.Tuh nih, mengganggu aku ya.Pas denger lagu yang kedua ini,Yang ada disitu aku malah kayak was -was gitu Nadia.Karena apa?Karena kebetulan lagu yang terpilih sama aku itu.
"Cockatoo has made my life as a documentary video producer much easier because I no longer have to transcribe interviews by hand."
— Peter, Los Angeles, United States
Want to transcribe your own content?
Get started freeLagu yang mengandung kata mati.Mati, M -A -T -I.Jadi ada kata mati di lirik lagunya.
Bagi aku Nad, di saat kayak gitu kata -kata ini nih, kata mati ini agak sensitif.Takutnya malah ngundang sih kuntilanak ketawa itu tadi atau yang nangis tadi itu kan.
Alah kata ini pula.Pancing gak si kawan itu ya?Betul lah.Nggak lama kemudian terdengar lagi ada suara.Tapi bukan suara nangis, suara ketawa nan.Itu masuk di headset aku.
Headsetku langsungan.Tapi waktu dicopot nan, suaranya malah makin jelas.Makin jelas dari arah pintu keluar.Evo -ewa, di ruangan kantornya Sirian ini pintu masuk sama pintu keluar itu terpisah ya.
Kedua pintu itu cuma bisa dibuka pake kartu.Kalo mau masuk ya lewat pintu masuk harus di tap -in.Kalo mau keluar ke pintu keluar itu juga harus tap -out juga.
Nah suara ketawa ini dateng dari pintu keluar.Gak salah denger aku, ini memang betul.Wih bentar, apa jangan -jangan suara bingung?yang tadi gagal tap in sampe 3 kali tuh itu tuh ulah si cewek ini ya kan sapem harusnya gak dateng jam -jam segitu tadi juga waktu aku buka pintu kayak ada hawa dingin yang masuk kan itu tuh sebenernya cewek itu gak ya lagi yang masuk heeeh gak iya nih ini gak ganggu nih kayak gini nih gak mau aku diganggu ya ini wak ini ya selama tadi aku bercerita selama dia denger kebimbangan apa segala macem itu suara ketawa ceweknya masih terdengar wak masih terdengar.Selama itu.
.Akhirnya..Di tengah rasa takut..Aku takut setengah mati.
.Cuman aku ngeliatin..Aku gak takut..Teriak aku disitu.
.Kau macam -macam berisik..Pergi gak kesana.
.Sambil sirian ini keluar..Mau dilabrak hantu..Dada aja.
.Pintu dibuka..Dibentak lagi sama sirian..Keluar gak kau?
Kuntilan kurang kerjaan..Ini aku hitung sampe 5 ya..Kalau berani muncul..
Abis kok aku buat..Satu..Keluar kau..
Dua..Tiga..Keluar gak?Empat.
.Lima, dah ya, gak mau keluar kan kau?Kau jangan ganggu -ganggu aku lagi.Begituin sama si Rian, Wak.Begitu selesai, kututup pintunya lagi, Nan.Tentu disitu aku juga gak tau.
Ini cewek ini yang ketawa tadi tuh udah betulan pergi apa belum.Tapi disitu aku coba untuk aku harus kelihatan berani.Jangan sampai dia tau aku takutan ini.
Kan katanya kalau hantu tau kita takut, makin jadi -jadi dia kan.Makin digangguinya kita kan.Makanya sok -sok berani aku disitu.Aku gak nunjukin kalau aslinya aku juga takut, Nan.Walaupun kau kurang aja kau ngomongnya.Ya balik lagi kerja, kerjaku lagi disitu.
Bayangkan sama kau.Nah, setelah dia denger ada gangguan dari suara cewek tadi, itu aku jadi nggak fokus kerja, kan.Aku juga ngerasa was -was juga takut nanti muncul lagi gangguan yang aneh -aneh nih.Tadi nengokin muka ke depan aku, kan takut aku.Eh, hilang semangat kerja aku.Selang 5 menit kemudian, tiba -tiba terdengar lagi suara dari pintu masuk.
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeAda yang mau masuk lagi, tapi gagal lagi nih, ya kan?Di situ, ini aku udah macam mau ngamuk lagi, udah lah aku dibikin nggak fokus, kayak gitu lagi deh.Berani -berani ya dia datang kesini lagi, nggak betul nih.Terus waktu di tap, dia buka pintu tuh kan.Ternyata Satpam.Mas Rian, sendirian mas.
Nah ngeliat Pak Satpam itu rupanya, lega lah sih.Eh, Satpam mah.Iya Pak, sendirian saya.Lagi patroli bapak.
Tadi bapak sempat kesini ya, tapi nggak bisa masuk ya, kata si Rian.Iya mas, dari tadi gagal masuk terus.Makasih ya udah bantuin ngebukain pintu, katanya.Oh iya pak, aman.Setelah basa -basi singkat, Rian balik lagi nih kan, jalan juga.Masuk pula, duduk ke meja kerjanya.
Dan ternyata si Satpam ini juga ngikutin Rian, Wak.Dia ikut duduk di samping Rian juga.Rian lah santai -santai aja ditemani, malah senang lah kok, kan.Sambil kerja gitu.Duduk lah si Satpam nih.Nah terus nggak lama Satpamnya nanya.
Mas Rian sendirian ya kata dia kayak gitu.Nah tapi disitu aku udah ngebatin, ini ngapak aku tanya lagi.Kan tadi waktu di depan pintu dibilang, eh mas Rian sendirian ya kata dia.Ngapak aku tanya lagi.Ini pak Satpam nih kehabisan topik buat bahasa bahasa siapa ini ya?Iya pak, cuma sendiri aku.
Sempi kan kalau malam -malam kayak gini.Emang mas udah berapa lama kerja disini?Ini pertama kalinya kerja malam sendirian ya kata dia, kata si Satpam.Belum sempat Rian nih ngejawab pertanyaan itu pak Satpam ini tiba -tiba berdiri.Terus dia tersenyum tanpa ekspresi, tersenyum datar tanpa ekspresi pamlin.Dia bilang, yaudah saya jalan dulu ya mas, mau lanjut keliling lagi.
Mas hati -hati ya di sini katanya.Oh iya pak, gitu cuman ngangguk aja.Terus pegi lah Satpam nih kan, Rian balik kerja lagi.
Paling selang beberapa menit lagi lah Tuna, gak sampai lima menit, Rian tiba -tiba kepikiran.Eh bentar, bukannya tadi kartunya si Satpam tuh lagi error ya?Kan gak bisa tepin dia kan dia bilang.Ini kenapa dia nggak minta tolong aku buat bukain pintu keluar?Tadi aja waktu mau masuk harus aku dulu yang bukain pintunya.Kok sekarang waktu keluar aja?
Nah waktu dia mikirin keanehan ini, Rian tiba -tiba sadar ada hal lain yang jauh lebih janggal.Di mana?Kalian tau apa?Rian sama si Satpam tadi sebenernya gak saling kenal lah.Dan tadi itu adalah obrolan pertama aku.Aku gak tau siapa nama Satpam itu.
Dan kenapa si Satpam ini bisa tau nama aku Rian.Aku gak pake hentek.Malem udah gak usah pake hentek.Waktu ngobrol itu pun aku gak sempet kenalan aku Rian.Saya ini enggak.Aku juga gak ngeh siapa nama dia di apa -apanya itu enggak.
Tapi kok dia bisa tau itu Rian.Aduh merinding aku.disitulah aku udah gak bisa positif thinking lagi aku yakin kali ini pasti bukan satpam ini hantu ternampak wujudnya sama aku disitu merinding aku sebadan -badan udah gak tahan lagi aku aku memutusin keluar dari kantor saat itu juga Rian mau turun ke lobi biar bisa ketemu sama siapapun yang ada di lobi yang lagi lembur juga paling gak sama satpam yang ada di bawah aku pengen ketemu aja mau ketemu orang dia udah kesel karena diganggu terus sama si hantu di dalam kantornya dia keluar di pintu keluar dia tap out Rian langsung berlari depan lift, ya kan dia tunggu.
Kantor Rian ini kan ada di lantai 6, Wak.Jadi dia kan harus nunggu sampai liftnya ini naik dulu ke lantai 6, kan.Oh, ternyata lantai itu memang dari lantai ground, dari LG.Terus naik, naik, naik.Dia merhati lapapan penanda lift itu mau naik ke lantai
6. Nah, waktu lagi naik ini, Wak.Nah, kelihatan, Wak, kalau lift itu sempat berhenti lumayan lama di lantai 3.Dan baru lanjut lagi ke lantai5. Baru ke lantai
6. Nah disitu aku pikir ini pasti baru aja ada orang yang naik dari lantai 3.Entah kenapa dia mau naik ke atas dulu gitu mungkin ada kepentingan apa gimana.Bisa jadi juga saat pump ya kan.Tapi begitu itu pintu terbuka di lantai 6 kosong.Disitu aku cuman berdiri mematung di depan pintu.
Dan selama aku berdiri inipun, pintu lift itu nggak juga ketutup.Itu aneh, dia nggak tutup.Seolah -olah ada orang.yang lagi nungguin Rian buat masuk.Biasanya kan beberapa detik sekali pintu lift tuh pasti bakal otomatis ketutup sendiri kan Wak.Kecuali ada orang yang dalam lift yang sengaja mencet tombol buka tuh loh.
Tapi ini posisi liftnya kosong.Jelas gak ada yang mencet tombol itu.Terus pintu tuh betul -betul gak ketutup.Nah terbuka, aku terdiam gini.Buka aja terus.Walaupun disitu aku gak ngeliat ada sosok apapun di dalam lift, aku yakin pasti ada sesuatu di dalam lift ini.
yang mungkin lagi nungguin aku.Ini kalau nanti aku masuk terus tiba -tiba macet lift ini, kayak mana?Atau nanti tiba -tiba liftnya berhenti di lantai lain yang juga gelap, kosong, kayak mana?Nggak mau aku ambil resiko di situ.Akhirnya aku balik badan, aku cari tangga darurat, dan aku langsung turun dari situ.Bayangkan, di situ juga aku belari sekencang mungkin dari lantai 6 ke lobby.
Ah, padahal itu lebih menyeramkan lah, iya kan?Turun ke lantai 6.Nyampe di lobi, Rian tengok ada Satpam lagi ngerokok di luar gedung.Aku gak kenal siapa Satpam itu kan.Tapi yang jelas itu bukan Satpam yang tadi patroli ke lantai 6.Udah beda mukanya memang.
"Your service and product truly is the best and best value I have found after hours of searching."
— Adrian, Johannesburg, South Africa
Want to transcribe your own content?
Get started freeUdah gak lega tuh.Aku mulai atur napas aku.Kamu sih ngos -ngosan juga di lantai 6.Dan setelah lebih tenang, barulah dia berjalan keluar.Nyamperin si Satpam yang lagi ngerokok itu.
Rian bilang, Pak..Jaga sendirian pak, santahirian.Meramah saat pak itu jawab.Oh iya mas, mas lagi shift malam ya katanya.Iya nih pak, di atas sepi makanya saya turun ke sini.
Untung ada bapak katanya.Sepi kali di atas.Oh kalau shift malam emang gini mas, sepi.kali.Yaudah mas disini aja dulu, kita ngobrol -ngobrol aja dulu sambil cari angin katanya.Dan disitu kan ngobrol aku berdua sama Satpom tuh kan.
Dan obrolan itu sedikit -sedikit demi sedikit jadi pengalih perhatian Rian wah.Jadi bikin pikiran yang tadi sempat keganggu tuh ah.Jadi teralihkan untuk sementara.Dan sekitar satu jam kemudian, Rian pamit.ke pak Satpam itu untuk lanjut kerja lagi udah agak tenang aku udah gak ganggu lagi lah gitu kan udah gak kepikiran lagi akhirnya Rian bilang yaudah pak saya naik dulu ya pak ya masih ada kerjaan yang belum selesai katanya Satpam itu cuma senyum aja sambil dia ganggu terus udah balik badan Rian kan jalan ninggalin si Satpam pas Rian udah jalan masuk ke lobby ini tiba -tiba dari belakang pak Satpam itu bilang lagi mas Rian kerja sendirian ya waktu aku denger itu nan itu langsung terhenti langkah aku Karena tanyaan itu.
Satpam yang tadi di lantai enam juga nanya itu.Mas Rian sendirian ya?Ini ngapapa Pak Satpam yang ini juga nanyain hal yang sama?Dan tadi kan juga aku udah bilang, aku sendirian di atas.Aku lagi inget selama obrolan itu kan.Dan lagi Wak, dia bisa tahu nama aku dari mana.
Karena sepanjang ngobrol itu, aku nggak ada nyebut nama Wak.Ya udah, cuma ngobrol -ngobrol biasa.Kan kalau kita ngobrol sama orang tuh nggak harus langsung kenalan kan Wak.Itu sama Wak.dia langsung jalan cepat masuk lagi ke dalam lobby kan dia jalan set waktu dia dia naik lewat lift wak dia gak naik tangga disitu Rian gak berani noleh ke belakang wak dia cuman pengen cepat -cepat aku masuk lift aku nyampe ke meja aku gitu kan diam aja set waktu lift kebuka aku masuk ah disinilah aku baru berangkatnoleh ke belakang, Nat.
Aku toleh ke belakang.Rupanya satpam itu masih ada.Masih ada, dia tegak di situ, Nat.Tapi dia berdiri dengan posisi ngebelakangin aku.Nah, terus gak lama, satpam ini tiba -tiba jalan.Keluar ke arah kantor.
Dan jalannya tuh, Nat, jalan kayak...Gitu loh, kayak jalan yang cepet doang.Tutup langsung lift aku.Aduh, creepy kali ah.Aduh, nah.Aseralah, tau aku tuh satpam juga apa.
Gak ada nih.Gak enak perasaan aku.Untung nyampe di lantai 6 gak ada gangguan, Wak.Dia masuk ke dalam meja kerjanya, dia lanjut kerja lagi, dia dengerin lagu muada, suara ketawa -ketawa.
Serah lah, gue selesai nih kerjaan aku.Walaupun sepanjang itu hati aku udah gak tenang, Alhamdulillah aku berhasil menyelesaikan semua pekerjaan aku.Aku gak mau tau soal 2 sarpam misterius dan semua gangguan yang dialami sepanjang malam tadi.Cuma yang jelas, aku percaya kalau kita hidup memang berdampingan sama mereka.Mereka bisa ada dimana saja, Nadia!Termasuk di tengah hingar -bingar kota Jakarta.
Dan juga di dalam lantai 6 gedung kantor aku sendiri.
Oke Wak, jadi itu tadi pengalaman horor yang dialami sama Rian.Kok kalian lah ini ada di posisi Rian?
Ya Allah, kalian masih bisa fokus kerja nggak, Wak?Ini kalo aku nih ya, jangan kan buat lanjut kerja, buat balik ke lantai 6 aja tuh udah merinding kali, ya kan?Ini keren loh kalo Bang Rian.Masih bisa dibertahan, masih bisa dia fokus nyelesain kerjanya sampe selesai.Ih aku entahlah itu.Aku ajak mamaku.
Aku ajak mamaku mie, kawan kan aku mie lembur mie di atas, lantai 6.Ayolah mie kalau gak makan kita nanti ini mie ha.Sumpah aku ajak mamaku.Dari kisah ini tuh kita tuh kayak lagi diingetin.Apa?Ketika kita merasa sendiri, yakinlah kalau kita tidak pernah betul -betul
Tapi tenang, bukan berarti yang nemenin kita ini.Bukan berarti yang nemenin kita waktu lagi sendirian itu udah pasti hantu ya.Bukan.Dunia mereka kan memang berdampingan sama dunia kita.Tapi di luar dari mereka ada kuasa lain yang jauh lebih besar dan tidak pernah ngebiarin kita sendirian.Yaitu kuasa Tuhan yang Maha Esa.
Jadi kalau misalnya kalian lagi di tempat sepi ini mungkin sekarang lagi sendirian, ya kan?Jangan ngerasa kesepian, Wak.Jangan lupa berdoa biar kita ini selalu berada di dalam perlindungan Allah SWT.Dan makasih buat Bang Rian ya ceritanya.Sekarang sekedar informasi aja, Bang Rian lagi PhD di Inggris.Kita doakan sama -sama semoga studinya Rian lancar.
Dan semoga Bang Rian selalu sehat di sana dan gak diganggu lagi sama hantu BipTep ini ya.trauma pas dia denger suara bip kali ya dan buat kalian yang juga pengen berbagi kisah horornya jangan lupa langsung kirim aja kisahnya ke email kisahhororoha .gmail .com jangan lupa sertakan judul dan nomor whatsapp kalian supaya nanti kami gampang hubungin kalian kalau misalnya kisahnya di update video selanjutnya oke wah jadi sekian dulu videonya terima kasih banyak yang sudah menonton kalau kalian suka video ini klik like -nya jangan lupa komen di bawah dan saran -saran untuk video selanjutnya jangan lupa nyalain notifikasi ya supaya kalian tau kalau aku upload video baru and as always jangan lupa untuk klik tombol subscribe supaya kalian sama -sama tau informasi menarik dan menegangkan dari channel aku See you next video.
Get ultra fast and accurate AI transcription with Cockatoo
Get started free →
